Rosihan Anwar, "Aku Tidak Malu Jadi Orang Indonesia"
Siang
tadi secara sengaja saya meng-googling
tentang budaya dan sastra Indonesia
sejak masa orde baru sampai dengan era reformasi sekarang ini. Dari hasil pencarian,
muncul beberapa artikel tentang budayawan
juga sastrawan besar yang telah membawa nama besar budaya dan
sastra Indonesia
sampai ke kancah internasional. Dan diantaranya muncul satu nama yang mungkin
nyaris terlupakan oleh para pelaku budaya dan sastra Indonesia sekarang ini. Rosihan
Anwar.
Rosihan
Anwar merupakan salah satu tokoh pers nasional sekaligus sejarawan di
Indonesia. Jujur saja, beliau termasuk dalam daftar nama orang-orang besar yang
telah menginspirasi saya untuk menulis. Pemikirannya yang tajam dan juga
rasional telah mengubah pola pikir banyak orang tentang betapa penting dan
berartinya sebuah sejarah bagi kehidupan. Bahwa apa yang terjadi di masa lalu
merupakan gambaran kecil tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan
mengingatnya yang tajam mengajarkan saya bahwa sejatinya seorang penulis adalah
mereka yang belajar menangkap suatu pemandangan atau kejadian lalu
mendeskripsikannya ke dalam tulisan.
Kecintaan
Rosihan Anwar terhadap dunia tulis-menulis selama ini telah menjadi bukti
dedikasinya terhadap dunia jurnalistik dan pers Indonesia, yang sepertinya sulit
untuk ditemukan pada saat ini – yang mana kebenaran dan kebohongan menjadi
sangat sulit untuk dibedakan. Seperti salah satu potongan dari karyanya berikut
ini, yang membuat saya tercekat tiap kali membacanya lagi,
Aku
Tidak Malu Jadi Orang Indonesia
Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Biar orang bilang apa saja, biar, biar …
Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris
Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris
Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaatkan suaminya
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaatkan suaminya
Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan persatuan bangsa
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
Habibie menciptakan demonstrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
Habibie menciptakan demonstrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga
Aku orang terpasung dalam terungku kaum penjarah harta negara
Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia
Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajakku magnus opus karya sang Empu
Sajak pendek yang berbunyi:
Katakan beta
Manatah batas
Antar gila Dengan waras
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut?
Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia
Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajakku magnus opus karya sang Empu
Sajak pendek yang berbunyi:
Katakan beta
Manatah batas
Antar gila Dengan waras
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut?


Komentar
Posting Komentar