:) Secangkir Espresso & Hot Chocolate
:)
Sungguh
lucu, karena ternyata kita sudah saling mengenali jauh sebelum ini.
Jauh sebelum kita duduk di bawah rintik hujan yang mereda, menunggu
langit mengeluarkan senyumnya yang penuh warna. Kita bertukar kata
dan cerita, secangkir espresso dan segelas hot chocolate,
aku memandangmu dalam dan kau menundukan senyummu yang malu. Kita
saling mengungkapkan sesuatu yang belum tertutur dengan baik dan kita
menjelma menjadi pujangga dan pecinta dalam roman yang haru.
:)
Pagi,
siang dan malam, aku terus menghampirimu seperti arwah penasaran yang
terpisah dari raganya dan ingin segera menyatu agar segala sesuatunya
menjadi utuh tak lagi terpencar. Aku tidak mengetahui dengan jelas
tentang keberadaanku, namun hadirmu telah memberiku seuatu yang tak
sempat Tuhan berikan padaku ketika Ibu memendamku sembilan bulan
lamanya. Dan aku menemukannya kini, bersembunyi di balik tatapan
bulan sabit yang melengkung diantara dua kerlipan kecil.
:)
Apa
kau ingat tentang kesederhanaan ? ungkapan kecil yang membahagiakanmu
? Aku mengingatnya, tepat ketika kau bersembunyi di dadaku dari
gemuruh kilat dan amarah hujan. Tepat ketika sore itu semua cahaya
mendadak redup dan kau tahu kemana harus mencariku. Aku tak berani
menerka-nerka, hanya berharap kau merasakan keberadaanku yang
menginginkanmu menjadi layak untuk sesuatu seumur hidupmu kelak.
:)
Kau
tahu, sepanjang hari ini aku duduk mengamati rintik gerimis. Aku
melihatmu dengan tujuh tanda keajaiban cinta, sang penari senja.
Merasakan tiap sentuhanmu yang lembut, membelaiku mesra. Mendekap
bathinku begitu hangat, seperti secangkir espresso dan
segelas hot chocolate..
#
:) tersenyum hangat
Jakarta,
22 April 2011. 02:15 pm
*God
give you life, not because you need it..but because someone needs
you..

Komentar
Posting Komentar