Semakin Hari

Sayang lihat, akhirnya kita sampai di hari ini. Kamu pasti mengingat hari ini jauh lebih baik dariku. Maaf sayang, daya ingatku memang cukup mengkhawatirkan maka itu aku sangat bersyukur pada Tuhan karena menciptakan kutu buku seperti kamu.

Seperti biasa aku membangunkan pagimu dengan membuat cap bibirku di keningmu. Ya, itu yang dulu selalu kamu lakukan padaku sesaat sebelum lelap membawa kita menyeberang ke alam mimpi.

Pagi ini aku menangkap basah tatapanmu yang serupa pencuri, yang diam-diam sedang memperhatikanku. Ya, kamu memang telah mencuri seluruh perasaankukan?
Wajahmu tampak lebih tirus juga kantung matamu yang terlihat pucat. Tapi tenang sayang, semua itu tidak mengurangi ketampananmu.
Tubuhmu juga jauh menyusut, sampai-sampai dapat kulihat rangka belulang di permukaan dadamu yang berbidang. Tapi sekali lagi tenang saja sayang, kamu tetap terlihat gagah.

Semakin hari, semakin aku menyadari betapa hebatnya dirimu. Meskipun proses pembelahan sel secara abnormal yang terjadi di dalam kepalamu itu membuat jemarimu kurus kering, emas putih itu masih terlihat semakin kokoh melingkar di jari manismu.

Dan kita sampai di hari ini. Hari yang selalu kita nantikan. Hari yang akan selalu kuingat seumur hidupku. Hari yang membawaku pada lima belas tahun yang lalu, tepat ketika kamu menyematkan lingkaran kecil emas putih berbatu jamrud di jari manisku.






Komentar

Postingan Populer