Layar Dua Sisi

Sayap itu tergerak menari-nari mengharap keabadian yg nyata...
Fantasi mengalir dari dawai dawai imaji, 
menyatu ke dalam telaga afeksi yang selalu merangkul pesona
menawan mata - mata lewat gerak lunglai sang kelopak.
Setitik senyum, secerah air mata

Semburat nyata muncul dari sepasang bola matanya.
Menyeruak bagai sihir, seakan membekukan keheningan di kedap udara

menuntun sendu berjubah mulia sebelum tertawa di balik bayang panggung. Mata memohon redup saat berkilau kaca
derai kata - kata mengharu biru, ribuan degup hanyut.
Layaknya gincu dan sang bibir yang saling bercumbu

meniup awan menyisip lautan mudah berlaku, 
dan menguliti wajah rela ditunda demi gembira fana
raut pesolek yang terpatri pada memori,
bermain – main dalam pikiran dan negeri mimpi

enggan terbangun karena tertegun, 
tanpa sadar menyublim jadi fana. 
Nyatakah engkau, atau bayangku saja?

Hanya aroma yang samar sedangkan wujud tertata rapi,
bersembunyi dibalik tirai kaca


aku tidak gila, imajinasiku hanya tersesat dlm rajutan aksara semu yg saling bermuara


Retak mengalir lurus pasti, membelah insan sama rata. 
Tak jeli melihat, meraung di hayat
dan beberapa berdecak pada rona juga aromanya.
Mengurung imajinasi dalam layar jeruji

tak paham lelah mendayung hasrat penikmat hingga klimaks luar biasa
sampai pada sorot tajam nan silau,
seperti menyudut ketika aksara dan lisan tak lagi sejalan

gemuruh kepak sayap kupu kupu dalam perut, 
seolah berlomba memecah hening menarik cahaya
tubuh ini bukan tubuhku, 
tubuh ini milik mereka yang menginginkan surga datang lebih cepat

merasuk ke relung, 
ke jiwa sepasang mata yang terbias pasi, 
lebih pucat dari pantulan purnama

terjebak pada kubangan yang berkelip, warna warni. 
Hingga yang maya membenam yang wujud
tergagap di bawah bayang diri, 
membias di hadapan sang cermin. O, siapakah aku?

Wajah asing tersenyum kaku. 
Melekat erat pada pada ruam yang mengerut, sendi topeng penari
aku bukan malaikat, darahku masih merah seperti warna amarahmu






-->
Sebuah karya #BelajarPuisi bersama The Wordsmith, Daniela Hawwa Madina dan Dimas Setyawan.


Komentar

Postingan Populer