Apa Kamu Tidak Percaya Kalau Saya Rindu?
Apa
yang kamu tahu perihal ikatan. Dua ujung tali yang membentuk simpul?
atau pintalan serat – serat yang saling mengebat? Kita pernah
membahasnya panjang lebar, semalam suntuk, demi sebuah kesamaan
persepsi dalam masing – masing diri kita.
Satu
yang kita yakini, bahwa yang kasat itu nyata, hanya saja tanpa warna serta bentuk yang solid dan memang itu yang terjadi. Entah apakah kamu juga?
Namun pastinya aku mengalaminya tiap kali kutarik dan buang nafas,
setiap harinya.
Kita
percaya tentang awal dan akhir dan itu pun berlaku untuk ikatan. Tapi
belakangan ini aku mulai merasakan ada yang salah dengan persepsiku ini. Entah apakah kamu juga begitu? Tapi aku tahu kamu jauh lebih memahami perihal maksudku
ini.
Tapi
jika tidak, mari kita luruskan persepsiku ini yang mungkin juga terpatri
dalam dirimu. Bahwasanya ada yang tersisa ketika masing – masing dari
kita memilih untuk saling meninggalkan. Bahwa, diam – diam ada yang
ikut menangis saat kamu bersedih. Nyatanya, diam – diam ada yang masih
menjumpaimu ketika mata terpejam.
Apa
kamu tahu perihal ini? Aku mohon. Kamu harus mendengar lebih seksama, bahwa diam – diam
masih ada orang yang menyebut namamu dalam setiap doanya. Aku harap
kamu percaya. Semoga. Amin.


Komentar
Posting Komentar