.......

Entah apa yang terjadi dengan diriku malam ini? Yang jelas mendadak aku menjadi sangat rindu padamu. Gelisah, berputar dan berkali – kali berganti posisi tidurku yang belum benar – benar tertidur sambil memeriksa ponselku, apakah ada pesan singkat yang ingin kamu kirimkan padaku? Atau mungkin beberapa baris kata romantis seperti “terima kasih telah hadir dalam hidupku”, “kamu membuat duniaku menjadi lengkap”, atau semacamnya.

Aku terbangun, duduk, mengamati ponselku. Resah, aku mengutak utik isi kotak pesanku yang penuh dengan pesan singkat darimu. Aku membacanya lagi, satu per satu, rima per rima, kata per kata.

Sungguh aku sangat membutuhkan ini semua, setidaknya untuk malam ini saja, by”, doaku dalam hati.

Apa kamu lupa? ini tanggal jadian kita, by”, teriakku dalam hati.

Aku mulai terisak. Butir-butir kaca di kedua mataku mulai berjatuhan membasahi layar ponsel yang sedang kugenggam erat. Aku hapus genangan yang mengaburkan pandanganku dan membaca lagi pesanmu dua hari yang lalu,

Maaf, bei. Aku mohon maaf jika dengan cara seperti ini. Tapi aku tidak bisa melawan apa yang sudah menjadi kehendak. Aku terlalu takut untuk melawan. Sekali lagi, kau mohon maaf karena tidak bisa lagi menghabiskan waktu bersamamu. Jangan berhenti di sini, temukan kebahagianmu. Terima kasih telah hadir dalam hidupku, bei. Kehadiranmu membuat hidupku jadi lengkap. Sekali lagi maafkan aku, bei... ~ Dari aku yang teramat sangat mencintaimu, by”

Tubuhku menjadi ringan, isi kepalaku meleleh dan seketika menangis sejadi-jadinya.







Komentar

Postingan Populer