Senja & Gerimis
Ini
sungguh aneh. Senja menampakan diri lebih cepat dari biasanya.
Wajahnya lebih muram dari kemarin, beserta kaca-kaca di mata separuh bulannya yang semakin menua. Aku mengamatinya, dengan sangat seksama – menyilakan kaki
sambil bersandar pada daun pintu yang tak pernah kututup rapat. Senja
tampak sedikit tergesa. Hembusan nafasnya yang memburu terasa begitu
dingin. Sepertinya senja masih seperti kemarin dan kemarinnya lagi.
Sendiri.
Tapi
tunggu! Senja tidak datang sendirian. Aku dapat merasakannya. Aku
mengenali aromanya yang basah, juga kerlip manjanya yang lembab. Ya,
aku tahu. Itu pasti dia, cinta pertama yang senja tunggu sekian lama.
Kisah romansa yang membuat senja terus menghangatkan semesta. Dan
kini ia datang, menuntaskan dahaga senja. Aku yakin, itu adalah dia.
Gerimis.
*Minggu
sore, gerimis. Menemukan sepasang paruh baya bernostalgila cinta :D
Jakarta,
14 Oktober 2012. 17:15pm. At Kopitiam Oey, Sabang.

Komentar
Posting Komentar