Catatan Akhir Tahun (2012)..

Senang sekali rasanya bisa kembali berada di sini, blog (saya lebih suka menyebutnya sebagai “rumah”) pribadi saya yang hampir sebulan ini jarang sekali saya kunjungi. Jujur saja, tiap saya mengunjungi dan merapal kembali semua yang sudah tercatat di “rumah” pribadi saya ini, ada suatu keintiman bernuansa absurd yang menyenangkan dalam diri saya rasanya seperti berbicara dengan diri saya yang lain. Diri saya yang asing, yang mungkin saja terlewatkan.

Beberapa hari ini saya cukup disibukkan dengan rutinitas kantor yang mendadak menjadi sangat hectic maklum, ritual seperti ini sering terjadi di saat menjelang akhir tahun, ritual “tutup buku”. Mungkin kesannya menjadi begitu klise ketika akhir tahun dikaitkan dengan resolusi (merencanakan tujuan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu), tapi pada kenyataannya memang seperti itu yang masih terjadi di tengah masyarakat sekarang ini.

Menjelang akhir tahun 2012 ini, saya membuat beberapa catatan yang saya rangkum berdasarkan hal dan pengalaman yang saya alami, lihat, dan rasakan selama tahun 2012 ini. Rangkuman yang saya buat atas introspeksi mendasar bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini terjadi karena adanya sesuatu yang ada di dunia ini terjadi karena adanya suatu tatanan siklus hidup atau hubungan sebab-akibat yang konkrit, dan bukanlah karena kebetulan semata karena saya percaya bahwa Tuhan tidak sedang bermain-main (apalagi iseng) dengan membawa kita jalan sejauh ini kalau pada akhirnya kita akan ditinggal dan ditelantarkanNYA begitu saja. I believe, God it’s almighty. Jadi saya yakin Dia (Tuhan) tidaklah se-naif itu.

Dari apa yang saya rangkum selama tahun 2012 ini, ada beberapa catatan (yang mungkin) penting dimana saya mencoba memahaminya bukanlah sebagai sesuatu tindakan yang bisa dinilai secara benar-salah ataupun baik-buruk, karena penghakimannya tidaklah semudah dan se-simple itu. Namun akhirnya menjadi menarik ketika beberapa orang terdekat yang saya ajak bertukar isi kepala ternyata juga menyetujui apa yang saya catat berikut ini,

1.   Bahwa sudah dipastikan kalau setiap orang pernah mengalami kekecewaaan. Tapi pada kenyataannya, tidak ada kekecewaaan yang cuma “sekedar kecewa”, tetapi akan selalu ada pengharapan-pengharapan kecil di baliknya.
2.   Bahwa tidak akan pernah ada rasa canggung yang muncul diantara dua orang yang tidak terjadi “apa-apa”. So when it’s happened, it means there is “something happened” between them.
3.   Bahwa sampai hari ini kebiasaan lupa atau melupakan masih menjadi salah satu kebiasaan yang paling sering dialamai oleh kebanyakan manusia. Mulai dari lupa nama, lupa password, lupa charge handphone, lupa buang sampah, lupa jalan, lupa(in) mantan pacar, lupa(in) mimpi atau kejadian buruk dan tidak menyenangkan, lupa ingatan, sampai dengan yang paling parah, lupa diri.
4.  Bahwa ada banyak jenis kecanduan di dunia ini tapi jenis kecanduan yang paling parah ternyata bukanlah kecanduan pada alcohol, narcotics, ataupun nicotine (rokok), melainkan kecanduan terhadap seks terbukti dari tingkat kejahatan paling tinggi di seluruh dunia, yaitu prostitusi atau pelacuran (termasuk anak di bawah umur) dan pelecehan seksual atau pemerkosaan (dan ini belum termasuk tingginya jumlah rata-rata pencarian situs porno dalam sehari di dunia maya).
5.       Bahwa kebanyakan orang pada saat ini sudah jauh lebih pintar, karena rata-rata dari mereka sangat mahir mendeskripsikan suatu kejadian atau pengalaman yang telah atau sedang mereka alami ke dalam pernyataan tertulis meski penulisannya hanya dibatasi sebanyak 140 charactes. What a creative people, is it?
6.  Bahwa ternyata apa yang diramalkan oleh Andy Warhol itu benar, kalau pada masa mendatang setiap orang akan dengan sangat mudah menjadi terkenal In the future, everyone will be famous for 15 minutes”. Kalau tidak percaya, coba langsung ketik www.youtube.com pada browser kamu J
7.   Bahwa setiap orang harus belajar mengakui dan berani menyatakan perasaan (khususnya cinta) mereka, karena berdasarkan apa yang sering kali terjadi, kebanyakan dari mereka yang memilih jatuh cinta secara “diam-diam” pada akhirnya hanya bisa mendoakan orang yang mereka cintai.
8.     Bahwa ternyata setiap orang memiliki pemikiran yang terbatas. Terbatas pada keinginan dan kebutuhan, bukan kemauan dan kemampuan karena keinginan dan kebutuhan itu dibentuk, sedangkan kemauan dan kemampuan itu digali.

Dari itu semua, saya mencatat sebuah kesimpulan (yang pastinya mungkin hanya akan berlaku bagi diri saya sendiri) bahwa di masa sekarang ini kecenderungan manusia untuk menjadi bijak semakin sulit. Kebanyakan orang memilih untuk melihat apa yang mereka rasakan tapi tidak mau merasakan apa yang mereka lihat. Manusia lebih cenderung untuk membentuk diri mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan, namun seringkali lupa untuk menggali kemampuan yang mereka miliki. Maka jangan heran kalau di zaman sekarang ini lebih banyak orang yang menjalani hidup berdasarkan persepsi serta stigma yang berlaku dan mudah diterima oleh masyarakat tanpa pernah memikirkan apakah hal tersebut dapat diterima oleh akal sehat dan juga hati nurani mereka masing-masing.


Jakarta, 14 Desember 2012.
*Big thanks to all of you who ever stay (still or just a while) in my life. For me, it is a honor and big happiness could spend my life with all of you.

Komentar

Postingan Populer