Suatu saat nanti..
Kalau
suatu saat nanti aku rindu, aku pasti memberitahumu. Begitu juga kalau suatu
saat nanti kamu yang merindu, aku pastikan kita akan bertemu.
Kalau
suatu saat nanti aku harus pergi darimu, aku tidak akan lupa berpamitan dan menyematkan beberapa puisi di atas keningmu.
Tapi
sebaliknya. Jika suatu saat nanti kamu yang harus pergi, berjalanlah perlahan
biar aku bisa mengingat bagaimana punggungmu pelan-pelan menghilang dari
pandangan.
…….
Kalau
suatu saat nanti aku harus menikmati kopi tanpamu, aku akan duduk di beranda
depan. Menunggu, hingga kopi dalam cangkirku jadi beku.
Tapi
jika suatu saat nanti kamu yang harus menikmati kopi tanpa diriku, pastikan
jangan terlalu pekat. Tambahkan satu atau dua sendok teh gula ke dalamnya.
Kalau
suatu saat nanti aku merasa sendirian, itu pastinya karena tidak ada lagi yang lain,
selain dirimu.
Namun
kalau suatu saat nanti kamu yang dilanda kesepian, tolong ingat sebaik dan sekeras
mungkin, bahwa aku tidak pernah beranjak.
Dan
seandainya suatu saat nanti keadaan memaksa kita untuk saling melupakan, aku
harap kamu tetap tenang karena diam-diam sang waktu akan mengembalikan ingatan.
……..
Kalau
suatu saat nanti aku ingin mencarimu, tolong biarkan aku menemukanmu.
Tapi seandainya suatu saat nanti kamu yang ingin mencariku, aku pastikan itu tidak akan terjadi -- Karena pada kenyataannya aku masih di sini, sampai kini.


Komentar
Posting Komentar