Kamu Adalah Hujan
"Sering kali aku berharap kalau kamu adalah hujan. . ."
Aku pernah bertanya apakah kamu tahu perkara hujan? Ya, hujan. Butir air yang jatuh dari langit. Apa kamu pernah membayangkan bagaimana bisa energi panas matahari membuat air di permukaan bumi menguap dan menyimpannya di langit sana, dan lalu menjatuhkannya kembali ke bumi hingga menghasilkan aroma petrikor yang menenangkan? Aku sering, bahkan hampir setiap saat; Aku menunggu dan menantikan hujan turun menyapa.
Seperti saat ini, tepat dimana perjalanan kita sampai di hari yang tak pernah terbesit sedikit pun dalam khayalanku, ketika aku menemukanmu duduk di beranda dengan setangkai mawar putih beserta kotak biru kecil dalam genggaman.
Aku terhenyak. Serasa jantungku berhenti mendadak ketika kalimat manis yang menakutkan itu terucap dari bibirmu, membuat duniaku sunyi seketika. Dan sejenak ingatan membawaku pada tujuh ratus tiga puluh hari yang lalu, ketika untuk pertama kalinya mata-mata kita bertemu. Saat dimana aku meyakinkan diri bahwa kamu adalah hujan yang lama sudah kunantikan hingga tiba saatnya kamu mengecup bibirku pelan, dan nyatanya hujan tak pernah datang.
. . . . . . . .
Aku ingat kencan-kencan kita berikutnya. Ketika kita berjalan berdampingan dan lenganmu menggerakan telapaknya meraih telapak tanganku. Saat itu aku bertanya-tanya, seperti apa rasanya jika lengan itu memeluk tubuhku? Maka dengan segera aku berdoa semoga turun hujan dan aku akan berpura-pura kedinginan agar lenganmu memelukku sampai rasa hangat mengalir di sekujur tubuhku.
Atau kita bisa mencari tempat berteduh lalu kamu akan menceritakan berbagai lelucon yang tidak seberapa lucu, dan aku akan sukarela mendengarkanmu dengan seksama, tertawa, sambil berdoa semoga hujan tidak segera reda.
. . . . . . . .
Aku sangat berharap hujan turun demi sekedar berlindung di bawah payung, berdua denganmu. Seperti senja hari ini, ketika dua tahun sudah aku berharap banyak dan menunggu, nyatanya hujan tidak juga turun, cuma mendung. Ya, cuma mendung.
Jakarta, 22 November 2011. 18:05 wib


Komentar
Posting Komentar