Kamu Harus Hidup dan Merayakannya
Hai, bagaimana keadaanmu sekarang? Aku yakin kalau saat ini Kamu sudah jauh lebih kuat karena ketika kamu menemukan dan membaca kembali tulisan ini berarti kamu sudah berhasil melewati setiap liku dan terjalnya perjalanan di hari-hari kemarin.
Sengaja Aku siapkan tulisan ini agar dapat mengingatkanmu untuk tidak terus menerus merasa cemas sebab hari kemarin sudah lewat sedangkan hari esok belum terjadi. Jangan terburu-buru karena setiap detik begitu berharga untuk dilewatkan. Resapi dan nikmati sedalam-dalamnya.
Kamu harus hidup, terutama untuk hari ini. Nikmati setiap momennya; pagi yang tenang, aroma kopi yang menyenangkan, senyum Ibu saat sarapan, hiruk-pikuk stasiun commuter line, canda tawa bersama rekan kerja, notifikasi berisi kabar teman-teman lama, bunyi petikan gitar selepas pulang bekerja, tertidur dengan lelap dan kembali bangun esok paginya dengan perasaan yang lebih lega.
Jangan lupa, Kamu juga juga harus merayakan hidup, terutama untuk semua yang sudah Kamu lalui sampai hari ini; cinta pertama, lulus SMA, teman-teman yang berkhianat, ditinggalkan orang-orang tercinta, menjadi band pembuka musisi ternama, meninggalkan bangku kuliah karena kehabisan biaya, berhasil mencapai target di tempat kerja, menguras isi tabungan untuk beli rumah –Meski terpaksa harus kembali menjualnya agar bisa bertahan dengan pindah ke rumah yang lebih sederhana.
Terus lapangkan dada. Ikhlaskan semuanya. Hiduplah dengan penuh rasa syukur. Dengan begitu hidup akan terasa jauh lebih ringan; sebab dengan bersyukur, perlahan kita mulai bisa merelakan dan memaafkan semua hal yang menyakitkan.
Dari kamu, 5 tahun yang lalu.


Komentar
Posting Komentar